TULIS.. TULIS.. TULIS..
Kartini dikenang karena dia menulis..
Pramoedya dikenang karena dia menulis..
Soe Hok Gie dikenang karena dia menulis..
Jika kau tidak menulis,
Maka kau telah mati sebelum dilahirkan..

-Diekey Lalijiwo-

Kamis, 07 Februari 2013

Tangis

Lama air mata ini tak menetes untuk menemani kesedihan.
Berbicara kata demi kata lewat tetesannya.
Menerjemahkan rasa menjadi bentuk.
Menelanjangi kesedihan berganti  gaun empati.
Mengirim pesan empati tetes demi tetes.
Lalu membisu saat rasa itu menjadi hambar.


Jember 070213

Jumat, 01 Februari 2013

Belenggu yang Tak Disadari

Hujan, Senja dan Cinta sebuah cerita pendek dari Seno Gumira Ajidarma yang membisu di browser layar laptopku sejak semalam. Link sebuah blog yang berisi semua tentangnya. Aku mendapatkan dari posting temanku Sadam untuk Vindri di timeline jejaring sosial. Sadam suka sekali hujan, mungkin dia ingin Vindri tahu lebih tentang hujan. Penasaran membawaku untuk menekan mouse dan meng-klik link tersebut. Dalam hitungan detik sebuah karyanya tepat di depan mukaku dari sebuah blog berjudul Dunia Sukab dengan font Lucida Calligraphy. Seno Gumira Ajidarma berada di bawah tulisan Dunia Sukab dengan font Times New Roman dan ukuran yang lebih kecil. 

Kamis, 31 Januari 2013

SEJARAH PABRIK GULA; KEBERLANJUTAN DAN PROSPEK WISATA

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah bangsanya sendiri.”

Kata Bung Karno, Proklamator Indonesia yang kemarin sempat diperdebatkan. Bukan sosoknya, tetapi gelar Proklamator termasuk sebagai Pahlawan Nasional atau bukan. Pada akhirnya pun aku tak tahu apakah termasuk Pahlawan Nasional atau bukan. Menurutku gelar Pahlawan Nasional memang pantas mereka sandang sebagai dwi tunggal.

Jumat, 25 Januari 2013

SISI MATA UANG PABRIK GULA


"Mereka yang tidak mengenal masa lalunya, dikutuk untuk mengulanginya."

Kutipan dari salah seorang filsuf dari Spanyol yang benama George Santayan tentang sejarah. Masa lalu memang tidak bisa diulang kembali atau tejadi untuk kedua kalinya. Santayana mengutuk mereka yang tidak mengenal masa lalu dengan mengulanginya. Mengulang bukan berarti harus membuat mesin waktu dan kembali menuju masa lalu. Tetapi, mencari jejak masa lalunya dalam kurun waktu yang tak ditentukan sampai mereka mengetahuinya.

Kamis, 17 Januari 2013

Tentang Kenangan


Entah harus memulai dari mana untuk mengawali tulisan ini. Sudah sejak sebelum pukul 00.37 hari ini aku memikirkan hal itu. Aku pun ingin segera menuliskan semuanya dalam tulisan ini. Padahal perbincangan malam ini bersama tujuh teman Persma Jember dan Mas Bro sangat menarik. Kita duduk santai di kursi di sebuah ruangan yang hampir mirip sebuah gang di kediaman Mas Bro. Dengan suguhan kopi dan rokok tentunya. Perbicangan yang cukup panjang dan banyak hal yang kudapat tadi. Sampai akhirnya kami harus menyudahi perbincangan, berpamitan dan meninggalkan kediaman Mas Bro sekitar pukul 02.24.

Kupikir aku akan segera pulang untuk secepatnya menulis, menceritakan semuanya. Ternyata tak seperti yang kupikirkan, beberapa teman mengajak untuk singgah terlebih dahulu ke warung bubur ayam. Meskipun sempat kroyokan makan di rumah Mas Bro dengan lauk seadanya. Aku ikut memesan seporsi bubur ayam biasa dan menyantapnya selagi hangat. Sekitar pukul 02.55 aku barumembukan laptop dan  memulai menulis.

Minggu, 02 Desember 2012

Ruang Sesal

Mataku yang nanar,
tubuhku yang gemetar.
Sesalku bukan seorang suci.
Benakku tak berhenti menyetubuhi bejatnya nostalgia,
saat perbincangan dalam ruang kosong.
Harusnya (tak) kusampaikan saja pesan ini,
dan semestinya aku sudah berlari dari diri.
Dengan cucuran darah dari nadiku.

Sepenggal Rindu

rindu ini terlalu menyiksa..
kala bayangmu mencakar dinding hati..
dalam gelap yang semakin pekat..
saat senyum mata malam melebar..
dan alam mimpi terlalu ramai..
bayang kesendirianmu tak hentinya meronta..
perih hati merindumu..
terdiamku menanti senyum dari utara..